Sabtu, 16 Mei 2009

Kumpulan Dongeng

Thursday, October 16, 2003

YMC : Dongeng Pagi - Kancil Dan Kerbau

----------------------


Pagi itu Kancil berjalan-jalan di pinggir sungai. Ia senang sekali menghirupudara segar.

Tiba-tiba seekor burung Emprit menyapanya,"Halo, apa kabar,Cil?""Kabar baik, Emprit! Bagaimana dengan kamu?""Begini,Cil,.." Belum sempat burung Emprit menjawab pertanyaan kancil,tiba-tiba terdengar suara rintihan. Kancil mencari arah suara.

"Sepertisuara mahluk yang menangis? Siapa ya, Emprit?"Emprit menjawab,

"Aku tadi baru mau cerita itu.. Pak Kerbau kasihan, deh.Ayo,kita kesana!

"Lalu sampailah mereka ke tempat Pak Kerbau. Tampak Pak Kerbau sedangmerintih.


Di punggungnya bertengger seekor buaya."Mengapa kau menangis Pak Kerbau?

Dan mengapa kau menggendong Pak Buaya?"tanya Kancil.

"Aku mencoba menolong Pak Buaya dari bahaya, tapi dia malah menerkam, inginmemangsaku,"jelas Pak Kerbau. "Aku berusaha melepaskan pohon kelapa dipunggungnya.

Setelah lepas, dia malah naik ke punggungku sambil berkata,'Kauakan menjadi mangsaku Kerbau!' ""Oh..begitu."Kancil lalu bertanya pada Pak Buaya,"Apa betul cerita Pak Kerbau tadi , PakBuaya?""Oh, betul sekali, Kancil. Tak ada yang dikurangi satu kata pun.He..he....he.

""Lalu mengapa Bapak tidak membalas kebaikan Pak Kerbau?" tanya Kancil lagi.

"Bukan aku tak tahu membalas budi," jawab Buaya," tapi aku lapar sekali!Seharian aku belum mendapat mangsa, eh malah tertimpa pohon kelapa! Akuberteriak, merintih, karena kesakitan. Lalu datang Pak Kerbau menolongku!

Nah, ketika dia merunduk, melepaskan pohon kelapa itulah, aku naik kepunggungnya.He..he..he..


"Kancil lalu diam sejenak dan berpikir. "Baiklah Pak Buaya, kau pantasmendapatkan Pak Kerbau sebagai mangsa karena kebodohannya. Dan salut ataskecerdikanmu! Tapi.. "Kancil berhenti sejenak sambil tersenyum cerdik. Lalu ia melanjutkan,"Tapi..bisa nggak diperagakan ulang bagaimana cara Pak Buaya melompat kepunggung Pak Kerbau!""Oh, begitu,Cil! Ah, itu sih gampang! Mudah, Cil!" kata Pak Buaya.


Karena tersanjung oleh kata-kata Kancil, Pak Buaya dengan senang hati turununtuk menunjukkan asal kejadian.


"Ayo, Cil! Akan aku tunjukkan kecerdikankupadamu,Cil! He..he..he.. Ayo, kita egera ke tempat kejadian.


" ajak PakBuaya.Lalu sampailah mereka di tempat di kejadian."Begini.Mula-mula, aku berjemur, di dekat sungai ini. Lalu tiba-tiba batangkelapa itu roboh dan menimpaku.


""Oke..oke.sebentar.Tolong, Pak Kerbau letakkan batang kelapa itu ke punggungPak Buaya," kata Kancil.Buaya sangat terkejut dengan rencana Kancil. "Tenang saja, Pak Buaya! Inikan Cuma sebentar! Supaya kita tahu kejadian yang sebenarnya," jelas Kancil.


Kerbau segera mengambil batang pohon kelapa yang tadi menindih Buaya. Laluia melemparkannya ke atas punggung Buaya. Bruk!"Wadow..!" jerit Buaya."Eitt! Pelan-pelan, dong! Kasihan 'kan, Pak Buaya!" seru Kancil."Oh, begini ya.Apakah begini posisinya, Pak Kerbau?" kata Kancil."Iya, begitulah waktu aku datang menolongnya." kata Kerbau.Sementara itu Buaya mengeluh,"Uuugh, berat sekali ,Cil.Sudah,dong. KatanyaCuma sebentar.


"Kancil tersenyum lalu berkata pada Kerbau,"Mari kita tinggalkan tempat ini.Biarkan saja dia merasa kesakitan. Karena dia tidak tahu bagaimana membalasbudi!""Cil, jangan begitu...Kerbau, tolong aku ya..Hu..hu..hu. Jangan tinggalkanaku sendirian. Aku janji tidak akan curang dan nakal lagi.. Huhuhu. Cil, akumohon jangan tinggalkan aku. Sakit, nih,ugh! Hu..hu..hu.. Aku kapok, Cil!"Iba juga hati Kancil dan Pak Kerbau mendengar rintihan Pak Buaya. Akhirnyaia berkata,"Baiklah, Pak Buaya, bila kau telah menyadari kesalahanmu.


Kamimaafkan!"Kerbau lalu mengangkat batang pohon kelapa itu dan menolong Buaya.Dengan penuh penyesalan Buaya berkata,"Kerbau, aku minta maaf ataskesalahanku. Dan juga kau,Cil, terima kasih atas kebaikanmu!"Kerbau pun tak lupa mengucapkan terima kasih. "Terima kasih,Cil! Kau tealahmenolongku dari ancaman Buaya.


Mulai dari sekarang aku akan selalu waspada."


Dongeng ini bisa didapatkan dalam kemasan Dancow kotak 400 gram atau 800gram

( OnRequest - FeMale Radio )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar